Selasa, 05 Maret 2013


CE-logo

Bisnis apa yang bisa dibuka dengan modal Rp 5 juta? Mungkin itu pertanyaan yang sering Anda lontarkan. Padahal, jawabannya banyak sekali! 
Anda bisa mencoba peluang usaha yang berhubungan dengan latar belakang pendidikan Anda saat ini. Pilihannya adalah usaha memproduksi barang, jasa atau perdagangan. Usaha memproduksi barang (makanan, minuman, kerajinan, pakaian, dll) dan perdagangan (voucher isi ulang, jual beli handphone second, pakaian, sepatu, dll) biasanya membutuhkan modal yang lebih besar dibandingkan usaha jasa (brokerproperti, jasa rental komputer, event organizer, guru privat, dll). Namun kalau Anda ingin membuka usaha yang cocok untuk Anda, maka jawabannya sangat relatif, karena tergantung pada kondisi Anda dan lingkungan Anda.
Belasan bahkan puluhan ide dilengkapi sistem dan cara memulai usaha sendiri, bisa Anda dapatkan melalui buku, internet, majalah, surat kabar, tabloid, radio, televisi, teman-teman dan sumber-sumber informasi lainnya. Masalahnya terlalu banyak informasi terkadang membuat kita jadi bingung. Jika banyak yang bilang kalau bisnis yang kita pilih sebaiknya sesuai dengan hobi, pendapat tersebut ada benarnya, tetapi tidak selalu hobi, tetapi mungkin lebih diperluas artinya kepada kegiatan yang kita sukai. Karena biasanya semakin Anda menyukainya, semakin Anda percaya pada produk atau jasa dan keuntungan yang diperoleh pelanggan Anda dari produk atau jasa tadi, maka peluang untuk berhasil dan sukses semakin terbuka. Jadi bisnis apapun yang Anda pilih, pastikanlah Anda menyukainya.
Untuk bisa memilih usaha apa yang cocok untuk Anda, maka ada tiga faktor kunci yang harus diperhatikan sebelum membuka usaha, yaitu:
Pertama, kenali pribadi Anda, dalam kaitannya dengan usaha. Jika Anda dalam berbisnis cenderung ingin mendapatkan hasil besar secara cepat, tentunya kurang cocok jika membuka toko kelontong yang mengandalkan jumlah penjualan yang terus-menerus meskipun margin keuntungannya kecil. Melakukan pekerjaan proyek, walaupun sesekali saja tetapi untung besar mungkin lebih cocok. Anda bisa mencari pemahaman mengenai karakter Anda dalam berusaha mengenai perenungan pribadi maupun meminta pendapat orang yang dekat dengan Anda.
Kemudian temukanlah alasan mengapa Anda ingin membuka usaha, dan jadikan alasan itu sebagai motivasi dalam berusaha. Selanjutnya peliharalah motivasi itu agar Anda terus bersemangat. Selain itu memahami bakat dan kemampuan Anda juga penting karena pemahaman ini akan menjadi poin utama dalam pemilihan usaha. Jangan lupa jika Anda telah mempunyai pengalaman usaha yang lalu, maka telaahlah kembali agar bisa memberikan gambaran mengenai bagaimana Anda akan menjalankan usaha yang baru nanti.
Kedua, penentuan jenis usaha. Kenalilah karakter usaha yang ada, apakah suatu jenis usaha bersifat berkelanjutan (misalnya: rental komputer, warung makan, toko kelontong, jual kartu selular) atau bersifat temporer per proyek (misalnya event organizer, penyewaan tenda, jasa terjemahan). Apakah usaha tersebut membuat Anda harus sering bertemu orang dan melakukan perjalanan bisnis dan presentasi, ataukah Anda lebih memilih bidang usaha yang tidak membuat Anda sering bepergian. Pilihlah karakter jenis usaha mana yang lebih Anda sukai.
Setelah itu barulah perkirakan kemampuan Anda saat ini untuk menjalankan usaha tersebut. Kemampuan ini meliputi modal usaha, keahlian aspek teknis dalam menjalankan usaha, pengelolaan keuangannya, bagaimana mengantisipasi persaingan, dan lain-lain.
  • Tak kenal maka tak sayang, maka dalam membuka usaha juga berlaku. Bila Anda memutuskan untuk membuka usaha, maka sudah seharusnya Anda mengetahui seluk beluk bidang usaha yang akan Anda buka nantinya. Pemahaman akan bidang usaha ini sangat mempengaruhi tingkat risiko usaha Anda. Semakin Anda mengenal dan memahami bidang usahanya, maka berbagai risiko usahanya bisa segera diantisipasi, sehingga risiko gagalnya juga semakin kecil. Anda kan tidak ingin uang Rp 5 juta yang sudah dikumpulkan dengan susah payah hilang begitu saja bukan?


Inilah 10 Raksasa Bisnis Amerika Serikat


Amerika Serikat (AS) tetap menjadi kiblat bisnis dunia. Meskipun Paman Sam masih terseok-seok menyembuhkan krisis, kiprah perusahaan besar di wilayah ini selalu menarik untuk diikuti. Penilaian peringkat didasarkan pada kinerja perusahaan tahun 2011.

Siapa saja 10 besar perusahaan raksasa di AS? Fortune Magazine AS, mengurutkannya dengan sejumlah penilaian. Di antaranya adalah rencana bisnis perusahaan dan kinerja usahanya.

1. Exxon Mobil
Peringkat sebelumnya: 2
CEO : Rex W.Tillerson

Sangat sulit untuk mengalahkan manuver Exxon Mobil pada tahun 2011. Saham perusahaan ini melonjak hingga 20 persen disertai peningkatan keuntungan hingga 35 persen menjadi 41,1 miliar dollar AS. Kenaikan tersebut sekaligus mengerek untung bersih Exxon sebanyak 28 persen menjadi 452,9 miliar dollar AS. Atas dasar penilaian inilah, Exxon berhasil menempati posisi teratas dalam Fortune 500, sekaligus menggeser peringkat Wal-Mart.

Perusahaan, memperoleh keuntungan dari kenaikan harga minyak, khususnya pada kuartal terakhir tahun 2011. Tetapi Exxon juga telah memosisikan diri dengan baik untuk memanfaatkan tren terbaru yang kontroversial dalam produksi energi dalam negeri : Fracking yang merupakan sebuah teknik pengeboran minyak yang dikhawatirkan merusak lingkungan.

Selain fokus di eksplorasi minyak, Exxon juga telah menggenjot memproduksi gas. Di mana, banyaknya hampir sama dengan minyak. Hal tersebut ditopang oleh akuisisi XTO Energi senilai 35 miliar dollar AS pada tahun 2010. CEO Exxon, Rex W.Tillerson mengungkapkan pada Fortune bahwa permintaan energi akan terus meningkat hingga dekade mendatang.

2. Wal-Mart Stores
Peringkat sebelumnya: 1
CEO: Michael T. Duke

Pada tahun 2011, Wal-Mart tergelincir di posisi kedua setelah sempat mencapai posisi prestisius yakni peringkat pertama selama dua tahun berturut-turut. Perusahaan ritel terbesar di AS ini terpaksa memberikan diskon besar-besaran untuk menggenjot penjualan di dalam negeri. Hal tersebut dilakukan agar bisa menggenjot pendapatan hingga 6 persen pada tahun 2011 yaitu 447 miliar dollar AS. Namun, keputusan itu justru membuat laba Wal-Mart tergerus 4,6 persen menjadi 15,7 miliar dollar AS.

Pengecer-pengecer terbesar di dunia memang tengah berjuang keras untuk mempertahankan kenaikan pendapatan di AS, walaupun pertumbuhan ekonomi Paman Sam mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pasalnya, meskipun tingkat pengangguran telah menurun, pasar perumahan atau bisnis perumahan stabil, minat belanja konsumen belum merefleksikan sikap baru dari kebanyakan orang Amerika.

Wal-Mart justru berkibar di luar negeri. Buktinya, pendapatan di luar AS meningkat sebesar 13,1 persen tahun lalu menjadi 35,5 miliar dollar AS. Tapi salah satu pintu kunci pemasukan utama Wal-Mart di Mexico sekarang ini malah terbentur jalan buntu setelah New York Times memaparkan investigasi skandal penyuapan oleh pelaku retail di sana.

3. Chevron
Peringkat sebelumnya: 3
CEO: John S. Watson

Chevron mengakhiri 2011 dengan sebuah catatan : Meskipun harga minyak naik, terdapat penurunan laba terbesar dalam dua tahun. Hal tersebut di karenakan adanya kerugian di bisnis kilang AS.

Namun, perusahaan minyak dan gas kedua terbesar di AS ini berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 25 persen dalam satu tahun penuh 2011 menjadi 245,6 miliar dollar AS. Pencapaian itu berhasil membuat laba usaha Chevron melejit 41 persen ke 26,9 miliar dollar AS dari tahun sebelumnya.

Chevron memiliki banyak rencana proyek minyak dan gas di beberapa negara seperti, Australia, Africa dan Teluk Meksiko. Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2014 mendatang.

Chevron juga terus mempekerjakan pengacaranya untuk mendampingi perusahaan dalam kasus yang sedang membelit, di antaranya kasus yang tak kunjung selesai di Ekuador. Saat ini, Chevron sedang memperjuangkan pengajuan permohonan untuk pembayaran denda sebesar 11 miliar dollar AS untuk kasus minyak yang berada di Brazil akhir tahun lalu. Perusahaan yang sudah ada sejak 1879 ini juga tengah menyelesaikan masalah di Nigeria setelah salah satu proyeknya yakni eksplorasi gas meledak di awal tahun ini.

4. ConocoPhillips
Peringkat sebelumnya: 4
CEO: Ryan M. Lance

Perusahaan yang dikenal sebagai Big Oil ini bakal semakin mengecil. Bermarkas di Houston, Texas, ConocoPhillips mengejutkan Wall Street dengan keputusan bisnisnya yakni memisahkan unit usahanya atau spin off.

Satu akan di fokuskan pada eksplorasi dan produksi, satu lagi akan berfokus pada kilang dan pemasaran. Hal tersebut terjadi pada 30 April. Petinggi ConocoPhillips berharap keputusan ini dapat membantu satu sama lain dan mengantar ConocoPhillips agar dapat bersaing lebih baik di bisnis internasional dan juga dapat menarik banyak investor.

Dalam memberikan peringkat ini, perubahan pemegang saham sama sekali tak tecermin. Jika diberlakukan kebalikan, di mana pemegang saham menjadi penentu, Fortune melihat Phillips 66 bakal ada di peringkat empat ketimbang perusahaan induknya.

Jika spin off ini mewakili sekitar 80 persen dari total pendapatan asli perusahaan pada tahun 2011 maka, General Motors berpotensi duduk di peringkat keempat.

5. General Motors
Peringkat sebelumnya: 8
CEO: Daniel F. Akerson

Detroit berhasil mendapatkan tempatnya kembali, begitu pun dengan General Motors (GM). Perusahaan otomotif raksasa ini melesat tiga peringkat dalam Fortune 500. Tepatnya dari urutan 8 menjadi posisi 5 pada tahun lalu. Setelah dua tahun mengalami kebangkrutan, GM akhirnya menerima bantuan dana federal dan berhasil mencatat keuntungan pada 2011.

Tahun lalu, laba perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh miliarder kawakan dunia, Warren Buffett tersebut mencapai 9,2 miliar dollar AS. Pendapatan usaha meningkat 11 persen menjadi  150,3 miliar dollar AS. GM mengklaim perusahaannya sebagai penjual global terbesar setelah Toyota.

Tidak ada yang bisa menyangkal kepuasan yang diberikan GM karena berhasil menegosiasikan program bagi hasil sebagai bagian dari reorganisasi perusahaan. Sekitar 47.500 pekerja menerima cek dengan rata-rata nilai sebesar 7.000 dollar AS naik dari 4.300 dollar AS pada tahun 2010.

6. General Electric (GE)
Peringkat sebelumnya: 6
CEO: Jeffrey R. Immelt

General Electric (GE) berhasil membuat catatan pertumbuhan laba yang sangat bagus pada tahun 2011, walaupun, terjadi sedikit penurunan pendapatan. Laba meningkat 21 persen menjadi 14,2 miliar dollar AS, padahal penjualan amblas hingga 26 persen menjadi 147,6 miliar dollar AS.

CEO GE Jefferey Immelt mengatakan bahwa kinerja perusahaan pada akhir tahun kemarin diharapkan dapat menjadi pertanda baik untuk tahun 2012, baik di dalam bisnis infrastruktur energi sampai dengan kesehatan.

Fokus analisis masih pada divisi industri GE, yang masih berjuang untuk memacu pertumbuhan setelah jatuh akibat resesi. Perusahaan melaporkan bahwa jaminan simpanan di akhir tahun mencapai  200 miliar dollar AS naik dari 191 miliar dollar AS. Immelt yakin, GE mampu menciptakan awal yang baik untuk mencapai pertumbuhan industri sebesar 10 persen.

7. Berkshire Hathaway
Peringkat sebelumnya: 7
CEO: Warren E. Buffett

Performa saham Berkshire Hathaway mengalami kemunduran pada 2011. Namun sang CEO sekaligus sebagai miliarder kakap dunia, Warren Buffet tetap tenang menghadapi hal itu. Selama kinerja sahamnya masih mengungguli performa S&P 500, hal tersebut bukanlah masalah besar bagi Buffett.

Tahun lalu, laba Berkshire yang merupakan perusahaan investasi merosot hingga 20,9%. Bisnis asuransi dan properti menjadi beban utama kinerja Berkshire.

Secara keseluruhan, pendapatan perusahaan yang bermarkas di Omaha, Nebraska tersebut naik 5,5% menjadi US$ 143,7 miliar. Buffet sempat memanggil lima anak usahanya yang memiliki kinerja keuangan termoncer.

8. Fannie Mae
Peringkat sebelumnya: 5
CEO: Michael J. Williams

Tahun lalu, Fannie Mae melaju dari peringkat 81 dalam daftar Fortune 500 ke peringkat lima, hal tersebut dikarenakan adanya standar penerapan akuntansi yang baru.

Namun, tahun ini raksasa hipotek yang dikendalikan pemerintah ini merosot ke peringkat delapan setelah adanya penurunan pendapatan lebih dari 10 persen menjadi 137,5 miliar dollar AS. Kerugian yang terjadi pada tahun ini tumbuh menjadi 16,9 miliar dollar AS dari 14 miliar dollar AS di tahun 2010.

Fannie Mae terus terseret turun oleh portfolio utang. Perusahaan ini setidaknya mendapat dana segar 116 miliar dollar AS dari pemerintah pada akhir 2011. Lembaga pembiayaan ini juga tengah mencari tambahan dana sebanyak 4,6 miliar dollar AS untuk menutupi kerugian operasional.

9. Ford Motor
Peringkat sebelumnya: 10
CEO: Alan R. Mulally

Pada masa kepemimpinannya, sebagai CEO Ford, ia berhasil menghindarkan perusahaan dari kebangkrutan. Hal itu rupanya mempengaruhi kinerja rivalnya yaitu General Motors (GM) dan Chrysler pada tahun 2009.

Masa bangkit Ford dari keterpurukan ditandai dengan dimulainya pembagian dividen pada pemegang saham seiring dengan jumlah penjualan otomotif yang meningkat. Laba Ford melonjak hingga 208 persen tahun lalu.

10. Hewlett-Packard
Peringkat sebelumnya: 11
CEO: Margaret C. Whitman

Sebagai produsen komputer terbesar di dunia, Hewlett-Packard sempat mengalami tahun-tahun sulit. Perusahaan yang terkenal dengan merek usaha HP ini sempat dipimpin oleh Leo Apotheker selama setahun.

Whitman menggantikan Apotheker yang dianggap gagal memimpin HP selama 11 bulan. Penunjukan ini sesungguhnya menuai pro dan kontra.
Namun banyak yang menilai, kepiawaian Whitman di dunia bisnis sudah teruji. Mantan CEO eBay ini berhasil mengubah eBay dari sebuah perusahaan dengan segelintir karyawan di 1998 menjadi perusahaan ritel internet papan atas. Ia mengumumkan rencana besar dengan menyatukan dua divisi bisnis yaitu printer dan PC. 

bisnis_karier0312Semua bisnis perlu diatur sehingga dapat berjalan sesuai rencana. Bekerja dari rumah bisa sangat produktif karena tidak perlu menghabiskan waktu menuju kantor. Akan tetapi perlu diperhatikan juga potensi gangguan yang membuat konsentrasi kerja menjadi pecah. Untuk menjadi sukses, Anda harus mengawasi usaha, arus kas dan jadwal Anda. Ini akan membantu Anda membuat keputusan penting yang dapat membantu bisnis Anda terus tumbuh.

Tempat kerja

Untuk menjalankan bisnis rumahan yang sukses, Anda harus memiliki tempat tersendiri di rumah Anda untuk bekerja. Ini akan membantu Anda mengatur waktu serta mengorganisir bisnis Anda. Tidak peduli apa pun jenis bisnis yang Anda miliki, Anda pasti akan menggunakan dokumen. Tentukan tempat untuk semua dokumen yang terkait dengan bisnis. Hal ini dapat berupa area meja kecil dengan lemari dokumen/ arsip atau kantor rumah baik ditunjuk, tergantung pada seberapa sering kegiatan bisnis terjadi di dalam kantor.

Jika Anda menjalankan bisnis katering, dapur Anda akan menjadi jantung dan jiwa dari bisnis rumahan.  Atur area kecil untuk melakukan surat-menyurat di dekat dapur Anda. Anda akan mampu mengatur dokumen sambil menunggu makanan masak. Jaga area kerja Anda tetap teratur sehingga Anda dapat menemukan faktur atau tanda terima ketika Anda membutuhkannya.

Awasi keuangan

Sebuah bisnis rumahan harus selalu menjaga keadaan keuangannya untuk bisa sukses. Catatan yang menunjukkan arus kas dapat menentukan apakah Anda dapat membayar tagihan Anda setiap bulan. Sedangkan pembukuan, pembayaran pajak dan praktik manajemen lainnya biasanya menjadi tugas yang sangat dibenci bagi kebanyakan orang, padahal hal-hal tersebut adalah bagian integral dari bisnis rumahan Anda.

Jika Anda suka menghindari tugas mencatat transaksi keuangan, pengiriman faktur atau pembayaran tagihan, tetapkan satu hari dalam seminggu untuk menangani tugas-tugas tersebut. Jika Anda menangani semua bidang masalah bisnis Anda dengan satu kali kerja, pada sebuah aktivitas yang telah dijadwalkan, tugas-tugas tidak akan menumpuk, dan Anda akan dapat mengatasi masalah-masalah yang potensial dengan baik sebelumnya.

Susun jadwal

Ketika Anda bekerja dari rumah, Anda akan sangat mudah terganggu oleh pekerjaanrumah tangga dan kebutuhan keluarga Anda. Untuk menjadi sukses dalam bisnis rumahAnda, susun suatu jadwal dengan sebuah waktu tersendiri khusus mengelola ‘gangguan-gangguan’ tersebut.

Jika Anda menjalankan bisnis katering, Anda harus menjadwalkan apa yang harus dimasak dan pesanan mana yang haru segera dikerjakan. Dengan menempatkan sebuah kalender di dekat telepon Anda, Anda dapat menuliskan catatan dengan cepat saat pesanan datang melalui telepon.

Penulis lepas harus memenuhi tenggat waktu mereka. Melacak tugas apa yang sudah harus dipenuhi dan berapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan akan membantu Anda memenuhi tenggat waktu.

Tidak peduli apapun bisnis rumahan Anda, kuncinya adalah menjadi seseorang yang dapat diandalkan. Ketika pelanggan tahu bahwa mereka dapat mengandalkan Anda, Anda akan menerima lebih banyak kerjasama dengan mereka. Seperti membangun reputasi Anda, pelanggan akan senang untuk terus menerus menggunakan layanan Anda, dan Anda akan dapat memilih pekerjaan yang Anda nikmati dan menerima kompensasi yang lebih tinggi untuk pekerjaan Anda. (*/AS)

Banyak orang yang kemudian sukses dalam bisnis cetak ini, meskipun sebagian yang lain ada yang ambruk setelah bertahun-tahun tak pernah mengalami kemajuan yang berarti. Sebagian yang lain bahkan ada yang putus asa, tidak sabar dan mengeluh karena beratnya persaingan tanpa mau memperbaiki diri.

Lalu apa kunci keberhasilan dalam bisnis percetakan sehingga mereka yang sukses dalam bisnis ini mampu membangun kepercayaan dengan branding yang cukup kuat. Kunci sukses jika ingin menjalankan Bisnis percetakan setidaknya ada 3 hal :
Pertama; Fokus. Ingin berbisnis apapun anda keseriusan menjadi syarat utama yang harus di penuhi. Bagi sebagian orang yang masih dalam tahapan belajar bisnis, maka keseriusan saja tidak cukup tapi juga harus fokus. Artinya anda hanya boleh menjalankan satu bisnis jika ingin mencapai keberhasilan yang maksimal. Akan sangat berat bagi kita untuk menjalankan 2 bisnis sekaligus dan mengaharap keduanya bisa sukses secara bersamaan, salah satunya pasti akan terkalahkan. Makanya fokus menjadi rukun bisnis yang ke tiga setelah motivasi dan keseriusan. Beda halnya jika anda telah memiliki bisnis yang bisa berjalan tanpa keberadaan anda, maka fokus bisnis tidak lagi mengikat anda untuk menjalankan bisnis yang lainnya.
Kekuatan fokus akan mempermudah semua langkah anda untuk mencapai target yang telah ditentukan. Tanpa kekuatan itu, langkah anda akan terombang-ambing oleh badai peluang bisnis yang berkecamuk dalam pikiran. Selalu saja kita akan melihat bahwa teramat banyak bisnis yang bisa dijalankan dengan hasil yang menggiurkan. Tanpa fokus anda akan tergoda untuk selalu mencoba berbagai bisnis yang menjadi peluang disekitar anda, pada akhirnya anda hanya akan capai mencoba dan mencoba dengan hasil yang selalu mengecewakan. Yakinlah bahwa bisnis apapun yang kita jalani pasti bisa mendatangkan hasil yang memuaskan jika kita tangani secara serius. Jadilah yang terbaik dalam bidang apapun yang kita pilih.
Kedua; Relasi. Dari penelitian kecil-kecilan pada sebuah forum bisnis, 80% diantara mereka sepakat bahwa relasi merupakan kunci sukses dari bisnis percetakan. Hubungan baik ini bisa mendatangkan order lebih dari 70%, selebihnya datang dari iklan dan faktor tempat yang strategis. Jika ingin memaksimalkan fungsi relasi ini maka anda harus kenal sebanyak mungkin orang, bisa dimulai dari teman dekat, tetangga, komunitas dan berbagai forum yang bisa anda ikuti. ”semakin banyak anda ketemu orang, maka semakin banyak kemungkinan anda mendapat rizki”, itulah kira-kira sepenggal kata bijak Mario Teguh dalam acara golden ways yang bisa kita saksikan setiap ahad malam di televisi.
Relasi ini sangat penting dalam mendongkrak perolehan omset bisnis percetakan, dari perkenalan satu orang akan menyebar ke beberapa orang dan akan semakin menguatkan kepercayaan mereka jika kemudian kita mengenal beberapa orang yang telah mengenal kita tersebut. Semua di awalai dari bir to bir, alias bibir ke bibir. Jika untuk melangkah satu tahapan ini saja anda berat, maka anda akan semakin kesulitan memasuki kunci sukses berikutnya. Banyak order yang bisa kita dapat dengan lebih mengedepankan pendekatan personal dari pada dengan surat penawaran.
Jagalah hubungan baik anda dengan siapapun, sebuah komunitas yang kita ikuti adalah sarana untuk membangun jaringan. Loyalitas tinggi untuk sebuah komunitas atau organisasi yang kita ikuti memang perlu untuk sebuah idealisme diri, namun semua itu tidak boleh menghalangi kita dalam membangun jaringan bisnis di komunitas lain.
Ketiga; Profesionalitas. Yakinkan pelanggan dengan layanan yang memuaskan. Layanan maksimal harus kita berikan sejak konsumen datang hingga pesanan selesai dikerjakan. Siapapun konsumen yang datang dan apapun yang ia pesan, hargailah dengan sambutan yang menyenangkan. Jangan pernah meremehkan pelanggan karena ordernya hanya kecil, disamping pelayanan terbaik itu merupakan etika bisnis yang harus dijunjung tinggi, seringkali dari order yang kecil itu akan mendatangkan order yang lebih besar lainnya.
Profesionalitas tidak cukup dari layanan terbaik, yang tak kalah penting lagi adalah produk dengan kualitas terjamin. Sebagus apapun layanan anda terhadap konsumen, namun jika produk yang diberikan tidak berkualitas, maka konsumen akan mencari alternatif produk di tempat lain. Dalam tahapan pengerjaan ini kita harus hati-hati, pastikan semua desain yang dipesan sudah disetujui konsumen. Jika kesalahan yang kemudian timbul adalah karena kelalaian anda, maka jangan segan-segan untuk mengganti cetak ulang.
Mungkin ada banyak kunci sukses dalam bisnis percetakan, namun tiga hal yang dapat saya simpulkan ini sedikit banyak semoga bisa menginspirasi anda yang ingin terjun dalam dunia percetakan. [AB Subranto/kakilangit]
Menjadi wirausaha di usia muda tentu bukan hal mudah, sebab dibutuhkan keuletan khusus. Mantan Presiden Republik Indonesia, BJ Habibie, mengungkapkan ada tiga macam cara untuk menjadi wirausaha yang sukses.

"Selesaikan dengan jadwal dan kualitas, perlihatkan Anda kredibel. Nanti, bukan Anda yang mengejar uang, tapi uang yang mengejar Anda," kata Habibie di acara "Wirausaha Muda Mandiri" di Jakarta, Kamis, 17 Januari 2013.

Habibie menjelaskan, yang dimaksud dengan ketiga pilar tersebut adalah orientasi pasar, disiplin, dan meningkatkan produktivitas serta kepercayaan, agama, dan budaya.

"Kita harus berorientasi pasar. Karena, waktu memulai usaha di Indonesia, dalam membuat pesawat, tahap pertama, saya mengambil lisensi buat pesawat dan bersikap progresif," ujarnya. 

Selain itu, menurut dia, perencanaan dilakukan secara progresif. "Jadi, bukan hanya meningkatkan nilai tambah, tapi produknya sesuai pasar," ujarnya.

Sementara itu, yang dimaksud dengan disiplin adalah dalam melaksanakan sesuatu harus sesuai kebutuhan masa depan dan menciptakan produktivitas untuk masyarakat banyak.

"Selanjutnya, mensinergikan antara kepercayaan, agama, dan budaya. Jika ketiganya sudah berjalan baik, Anda tidak perlu melamar pekerjaan. Tapi, Anda sudah bisa menciptakan pekerjaan," jelas Habibie.